Anak-anakku dan anak-anak mereka.

Di atas timbunan mainan,
Anak-anakku bermain riang,
Senyum ketawa tak pernah lekang,
Menghibur hati mama baba ketika pulang,

Di atas robohan bangunan,
Anak-anak mereka mencari sisa harapan,
Menjerit ibu dan ayah supaya pulang,
Takut, resah, rindu, tidak tertahan.

Di dalam rumah yang aman,
Anak-anakku mengaji setiap malam,
Menjamu makanan sentiasa terhidang,
Tidur nyenyak sentiasa tenang.

Di celah robohan bangunan,
Anak-anak mereka bingit mendengar bedilan,
Tangisan nada sendu bersahutan,
Merayau-rayau mencari peluang dan kesempatan.

Anak-anakku bermain Wii siang dan malam,
Kononnya mengikut peredaran zaman.

Anak-anak mereka bermain lastik, membaling batu dan pistol mainan,
Supaya bersedia menjadi pejuang di barisan hadapan.

Anak-anakku dijamu dengan kemewahan,
Anak-anak mereka disaji dengan adegan pembunuhan, pengeboman dan kezaliman.

Janganlah lupa wahai anak-anakku,
Mencontohi semangat perjuangan rakan-rakan kalian di bumi perjuangan,
Kesenanganmu sekarang, mungkin menjadi penyempit hidup di hari kemudian,
Bersiap-siagalah mengharungi kehidupan.

Janganlah bersedih wahai anak-anak mereka,
Kalian lahir sebagai pembela utama al-Aqsa,
Kesusahan hidupmu sekarang, pasti menjadi penyenang di hari kemudian,
Teruskan membina jatidiri pejuang,
Agar al-Aqsa bebas dari cengkaman kezaliman.

Advertisements

2 thoughts on “Anak-anakku dan anak-anak mereka.

Terima kasih atas komen dan pandangan balas anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s